Filosofi Bersepeda

Yang suka sepeda dan menjiwai, tahu bener akan cerita berikut:
Filosofi Bersepeda
Ada tanjakan ada turunan
Saat sedang menanjak, janganlah terlalu bernafsu mencapai puncak atur nafas, atur tenaga, konstankan putaran supaya efektif mencapai puncak dan konsentrasi tetap ada untuk menghadapi turunan
Ikuti alur jalannya seimbangkan remnya ambil momentum putarannya hingga saat kamu menanjak kamu tidak membuang tenaga
Saat sedang menurun janganlah kaget hingga terlalu cepat menarik rem kamu akan terjungkal dan makin terpuruk
Bersepeda itu bukan masalah jumlah kilometer tapi lebih pada menikmati setiap kayuhan untuk mendapatkan tiap kilometer itu
Begitupula kehidupan Hidup menarik bukan karena jumlah umur, tapi bagaimana kita menikmati setiap detik untuk mendapatkan umur tersebut
Begitu pula kehidupan Kehidupan bukan masalah harta yang kita dapatkan, tapi bagaimana memaknai harga yang kita punya untuk membuat hidup kita lebih berharga secara batin, bukan hanya secara nominal
Bersepeda juga bukan masalah sepeda atau komponen yang ada di dalamnya tapi bagaimana menggunakan sepeda dan komponen tersebut untuk mendapatkan perjalanan yang menarik yang bisa kita nikmati, bisa kita ceritakan, bukan hanya menggunakan sepeda untuk kita banggakan harganya
Ada pepatah Jawa bilang,urip kuwi golek jeneng ojo golek jenang
Terjemahan bebasnya, hidup itu cari nama bukan cari makan, maksudnya hidup itu harus bermanfaat (bagi orang banyak) sehingga membuat nama yang baik, bukan hidup hanya cari harta tapi tak membuat perbedaan apa-apa.
It is about the journey, not the location Because life is a journey
Sama dengan sepeda, buat apa punya sepeda kalau cerita yang kita punya hanya pada saat kita membelinya bukan pada saat menaikinya Bukankah menaikinya itu terlihat dan terasa lebih menarik